Gue memang gampang banget kesambet
angin alias terpengaruh dengan hal-hal yang lewat didepan gue,entah itu film,
keadaan, orang-orang, dan yang lain-lainnya termasuk kucing yang sedang buang
air didepan gue (sialan banget). Gue punya temen waktu SMA dulu dan gue harus
samarkan identitasnya,sebut saja namanya bunga.
Eh,tapi
dia cowok sih. Jadi gak usah bunga sebut saja namanya Jay (sebenernya namanya
memang jay) tapi whatever lah yang
jelas dia cowok badannya kurus item dan jago banget bermain gitar. Kehidupannya
memang dipake buat ngemusik dan dikit-dikit ngejreng karena itulah hobinya. Jay
adalah tipikal cowok yang gak pandai pacaran -____-“ (kenapa? Heran ya baru
kali ini nemuin cowok yang gak pandai berpacaran? ndeso!). Yak bener banget,dia
memang sama sekali gak pandai dalam berhubungan dengan lawan jenis,ntah mengapa
tapi tipikal seperti ini seharusnya dilestarikan di negeri ini (tapi jangan
dijadikan budaya ya). Mengapa begitu? Ya jelas,semakin berkurang orang yang
pacaran tentu semakin kurang orang-orang yang galau ,bener gak?.
Gak
ada yang seharusnya dipaksakan dalam pacaran,pacaran itu adalah alternatif
untuk belajar membina hubungan dengan lawan jenis dan jangan sekali-sekali
menjadikan pacaran sebagai pemuas dahaga (khususnya untuk para cowok!). Gak lo
liat berulang-ulang berita di tipi tentang kriminal dan pemerkosaan? Gue
sebenernya sangat geram melihat orang-orang yang sama sekali gak gunain otaknya
sewaktu pacaran. Kalau emang hobinya mesum kenapa gak pacaran sama kucing? Lah
jangan salah loh kucing punya masa kawin! Dan itu teratur,Kucing gue Garfield
(mamanya mocca) aja dari pertama dating kerumah gue sampe sekarang GAK PERNAH
GAK HAMIL! coba pikir? gila kan? Tiap beranak hamil lagi dan begitu seterusnya
tapi herannya tuh anak ntah kemana semua -____-“, Mungkin kucing-kucing jantan
di perumahan gue sedang marak-maraknya berbisnis penjualan anak kucing mungkin
ya? Tapi ntahlah yang jelas gue gak pernah liat kucing-kucing jantan perumahan
gue ngumpul dan maen gaplek. GAK PERNAH! (kata-kata penuh keyakinan).
Nah
kembali ke Jay. Suatu saat gue bersama temen-temen gue ingin melakukan
eksperimen dengan dia sebagai korban (bukan berarti dia tikus ya,tikus cuma
untuk sebutan koruptor loh),Akhirnya kami mempertemukan dia dengan adik dari
teman kami sendiri,nah kali ini baru bener namanya bunga dan bukan samaran. Tau
bagaimana reaksinya ketika disuruh pacaran? Reaksi wajahnya saja saat itu
seperti penumpang travel yang gak makan sepuluh hari dan tubuhnya seperti
pengamen yang gak mandi 7 hari 7 malem,lebay kan? Ya memang begitu adanya
-____-“.
Akhirnya
sampai juga tiba waktu mereka untuk menjalani masa pacaran,gue dan temen-temen
gue memperhatikan setiap saat (jahat banget memang tapi DEMI TEMAN!!). Alhasil
setelah diperhatikan tau gak apa yang terjadi? 2 minggu pun berlalu dan sikap
yang paling sering mereka tunjukkan saat pacaran cuma 1 dan selalu sama yaitu
“DIAM”. Gue sampe heran banget ngeliat hal itu,dalam hati gue “ya minimal nyapa
gitu”, Dasar tipikal yang aneh. Dan akhirnya putuslah mereka karena kekejaman
tipikal yang gue sebutkan tadi telah membunuh rasa cinta mereka dan jika
beberapa orang yang putus kebanyakan dari mereka “galau” maka jay dengan enteng
dan senangnya berkata “yes! Asyik!”. Dan itu membuat gue dan temen-temen gue
merenung 18 hari 18 malam di kamar masing-masing sambil mikir sebenernya pria
ini normal apa tidak? Hhmmmm… gue analisa satu persatu mulai dari gaya dan cara
dia menjalani hidupnya yang lamban berkembang seperti keong yang mengaku
dirinya harimau. Dan gue sangat menyarankan janganlah mau menjadi tipikal pria seperti
ini,Gue Jamin gak bakalan nikmat hidup lo! Suer!!!!! Lo cowok,harus bijaksana berani
bertindak dan berpikir jauh kedepan (visioner). Makanya cinta jangan cuma mengeong
doank kayak kucing yang lagi nunggu makanan,harus ACTION!!! Jadilah kucing jantan
yang mencuri cinta kemana-mana! Ups! Maksudnya mencari cinta… cinta sejati tetaplah
satu.jangan mau niru kucing kalo soal pasangan karena kucing suka tukar pasangan
-____- jadi mikir-mikir lagi kalo mau jadi kucing beneran.
EDISI : "KUCING KEPO"
0 Komentar untuk "KETIKA CINTA MENGEONG"